Jl. Niaga XI No.19 Komplek Perdagangan, Karang Tengah, Tangerang
0821 9090 8209

Akupunktur- Bekam

Cara Mengobati Biduran dengan Terapi Akupuntur

Cara mengobati biduran dengan terapi akupuntur bisa mengurangi setiap gejala yang ditimbulkan. Biduran merupakan reaksi yang terjadi pada kulit tubuh dengan menimbulkan ruam warna merah ataupun putih. Biduran tersebut biasanya juga terjadi secara bersamaan dengan timbulnya rasa gatal.

Cara Mengobati Biduran dengan Terapi Akupuntur

  1. Gejala Biduran

Apabila menderita biduran tentunya akan memunculkan ruam di bagian kulit dan terasa sangat gatal. Bahkan, beberapa orang juga merasakan perih hingga panas yang cukup menyengat.

Ruam yang muncul pada tubuh bisa di bagian kulit mana saja seperti halnya punggung, dada, perut, bokong, kaki ataupun lengan. Gejala yang muncul pada saat biduran biasanya bisa bertahan dalam waktu lama.

Jenis biduran yang terjadi hingga 6 minggu biasanya menjadi biduran akut. Namun, juga ada penderita yang mengalami biduran kambuhan yang bisa lebih dari 6 minggu.

Baca Juga: (Cara Mengobati Alergi dengan Terapi Akupuntur)

  1. Penyebab Biduran

Munculnya biduran pada kulit tubuh disebabkan oleh kadar histamin yang cukup tinggi pada saat dilepaskan ke bagian kulit. Adanya histamin bisa membuat pembuluh darah terus melebar dan menjadikan peningkatan terhadap aliran darah.

Ketika darah mengalir di bagian permukaan kulit, maka bisa menjadikan kulit tersebut berwarna merah. Adanya cairan berlebih inilah yang menjadi penyebab kulit membengkak dan menimbulkan rasa gatal. Adapun untuk beberapa hal yang menjadi faktor penyebab timbulnya biduran pada kulit sebagai berikut:

  • Mengonsumsi jenis obat yang menyebabkan biduran
  • Melakukan kontak fisik sebagai pemicu timbulnya alergi seperti bulu binatang atau lateks
  • Adanya zat adiktif yang ada di dalam makanan seperti halnya penguat rasa, pemanis, pewarna, pengental, pengawet dan lain sebagainya
  • Gigitan oleh serangga
  • Jenis makanan yang menyebabkan timbulnya biduran seperti coklat, kacang, makanan laut, susu, gandum dan telur
  • Adanya faktor dari lingkungan seperti sinar matahari, cuaca panas ataupun dingin hingga kondisi air.
  1. Pengobatan Akupuntur untuk Menyembuhkan Biduran

Cara mengobati biduran dengan terapi akupuntur yang efektif bagi penderitanya supaya tidak sering kambuhan. Biduran menjadi salah satu penyakit yang sangat mengganggu kulit karena menimbulkan rasa gatal.

Cara pengobatannya bisa dengan menggunakan teknik terapi akupuntur. Adapun untuk titik meridian dari terapi akupuntur tersebut sebagai berikut:

  • Jian Yu merupakan titik yang berada di bagian atau otot bahu atas yang berada di antara tonjolan dan bersampingan dengan tulang belikat serta tonjolan dari tulang lengan bagian atas
  • Yang ming usus besar Qu chi menjadi titik meridian He yang letaknya di bagian ujung dari samping lipatan bagian siku
  • Tay yin, Xue hai letaknya di dua cun bagian atasnya medialis tempurung lutut
  • Feng shui merupakan titik akupuntur dengan posisinya berada di samping paha bagian luar dengan 7 cun berada di lipatan lutut atas
  • Meridian istimewa bai chong wo merupakan titik kantor yang selaras ulat dengan letaknya di 1 cun bagian atas Xue hai.

Dalam melakukan tindakan terapi akupuntur harus dilakukan secara rutin supaya bisa mengurangi gejala biduran yang ditimbulkan. Penerapan yang paling tepat bisa sehari satu kali ataupun 3 hari sekali. Sementara itu, untuk durasi dalam penerapan terapi akupuntur biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

Kebanyakan dari penderita biduran yang ingin melakukan terapi akupuntur bisa merasakan hasil secara maksimal untuk 1/2 seri. Artinya, penderita biduran bisa melakukan 6 sesi tindakan dan setelah itu keluhan dari timbulnya rasa gatal yang disebabkan oleh biduran bisa hilang.

Selain itu, pastikan juga mengikuti pantangan apa pun yang bisa menimbulkan biduran kambuh. Cara mengobati biduran dengan terapi akupuntur ini dapat diterapkan dengan ahlinya supaya tidak salah dalam penusukan jarum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *